Posted by: gasingindonesia | 4 March 2009

PROSES EVOLUSI GASING LOMBOK

gasing lombok 1

Semasa penjajahan, Gasing Jantung ini sudah ada. Dibuat secara tradisional dengan menggunakan golok, pisau, sabit dsb.

Gasing Lombok 2

Pada jaman kemerdekaan, bentuk Jantung berubah menjadi bentuk Guci. Dinding Gasing mulai halus seperti di bubut.


Gasing Lombok 3

Kebutuhan akan bentuk dilakukan oleh masyarakat suku Sasak Lombok untuk mengubah dari bentuk Guci ke bentuk yang lebih ramping / pipih.

Gasing Lombok 4

Setelah mengenal mesin bubut, pembuatan gasing mulai dibubut, dan bentuknyapun lebih pipih dan ukurannya lebih besar, seperti piring terbang. Ini terjadi pada tahun ‘90 an.

Gasing Lombok 5

Untuk memperkuat kayu, supaya tidak mudah pecah, pada dinding / pinggir gasing diberi kawat baja, dan kepala gasing diberi besi.
Gasing Lombok 6

Tidak puas dengan pemberian kawat baja, pada dinding / pinggir gasing diberi plat besi/baja, sehingga Gasing nampak lebih kokoh.

Gasing Lombok 7

Perkembangan selanjutnya, pemberian plat besi/baja pada diding Gasing menimbulkan inovasi baru. Tak sekedar plat yang dipasang, akan tetapi besi tebal yang melingkar dinding Gasing.

Gasing Lombok 8
Untuk memperindah Gasing, badan / bahu gasing mulai diberi warna dengan cat, dengan  motif yang berbeda-beda. Ukuran garis tengah Gasing masyarakat Lombok ini bisa mencapai 27 Cm. Namun yang standart untuk dilombakan adalah garis tengah 21 Cm dan 23 Cm


Responses

  1. wah….

  2. hmm..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: