Posted by: gasingindonesia | 23 February 2009

GASING AMBON : APIONG

GASING AMBON : APIONG

1.  Jenis dan Bentuk

Apiong AmbonBerbeda dengan daerah lain, masyarakat Ambon menyebut gasing dengan “Apiong”. Jenis gasing yang terdapat di Ambon pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua yaitu gasing atraksi dan gasing pakal. Sedangkan bentuk gasingnya berbentuk jantung pisang, tempayan/kendi, persegi panjang, buah bintanggur, bulat lonjong dan lain sebagainya.

2. Ukuran

Secara umum ukuran gasing Ambon dapat dibagi menjadi dua, yaitu ukuran besar dan ukuran kecil. A. Ukuran Besar : Tinggi + 17 Cm, Diameter Badan : lebih kurang 27 Cm, Keliling Badan : lebih kurang 44 Cm, Berat Badan : lebih kurang 3 – 6 Ons B.Ukuran Kecil : Tinggi lebih kurang 7 Cm, Diameter Badan lebih kurang 11 Cm, Keliling Badan: lebih kurang 18 Cm Berat Badan : lebih kurang 1 Ons

3.  Bahan/Jenis

Kayu untuk membuat gasing diantaranya adalah kayu Besi (Instia-Bijuga), Kayu nani (Metrosiderosfera), buah bintanggor (Calupily Unalenopilin) dan lain sebagainya.

4.  Arena

  • Di tanah yang keras dan padat
  • Ukuran : + 20 x 20 M – Bentuk : Persegi panjang

5.  Pemain

  • Tingkat Usia : Anak-anak, remaja, dewasa dan umumnya dimainkan oleh kaum laki-laki.
  • Jumlah Pemain : Perorangan.

6. Sistem Pertandingan

Nilai tertinggi dan sistem gugur.

7. Aturan Permainan

A. Sistem Nilai Tertinggi

  • Kelincahan memainkan gasing seperti mengangkat gasing dengan tali dan meletakkan Di telapak tangan.
  • Kelincahan mengangkat gasing yang sedang berputar dari tanah ketelapak tangan.
  • Lamanya gasing berputar.

B.  Sistem Gugur

  • Pemain menentukan nomer urut dengan cara medi/undi (caranya dibuat lingkaran dan masing masing pemain melemparkan apiongnya ke garis lingkara. Pemain yang apiongnya berputar dekat dengan garis lingkaran, dialah yang bermain lebih dahulu). Yang lainnya meletakan apiong di tengah lingkaran.
  • Pemain tidak boleh  menginjak garis lingkaran pada saat melempar apiongnya.
  • Pemain harus mampu mengeluarkan dan memasukkan apiong lawan ke dalam lingkaran dalam jangka waktu yang telah disepakati.
  • Setiap pemain diberi kesempatan mematok apiong lawan sebanyak 3 (tiga) kali.
  • Pemain dianggap kalah apabila apiong tidak berputar walaupun sebanyak kena sasaran.
  • Apiong dari pemain yang kalah dipakai/dipukul sampai pecah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: