Posted by: gasingindonesia | 21 February 2009

Nilai Dalam Permainan Gasing

Dalam perkembangannya, permainan gasing digunakan sebagai sarana menanamkan nilai kerjasama dan kekompakan, nilai kejujuran, nilai keterbukaan, sportivitas, nilai prestise, dan nilai ekonomi

Nilai-nilai dalam permainan Gasing

Pada awalnya permainan gasing hanya dilakukan anak-anak, orang dewasa dan orang tua untuk mengisi waktu luang dan memenuhi kebutuhan akan liburan. Di Bali, di pedesaan lereng gunung Batukaru pada umumnya permainan gasing dilakukan pada musim kemarau ketika panen kopi berlangsung. Lahan bekas menjemur kopi digunakan sebagai arena permainan gasing. Pada masa lampau di wilayah kecamatan Adimulyo, Karanganyar, kabupaten Kebumen, permainan gasing dilakukan setelah musim panen padi berlangsung. Sementara menunggu datangnya hujan untuk menggarap sawah (masa paceklik), para petani, baik anak-anak maupun orang dewasa mengisi waktu luangnya untuk bermain gasing dipekarangan rumah.

Namun dalam perkembangan selanjutnya, permainan gasing digunakan sebagai sarana menanamkan nilai-nilai tertentu antara lain nilai kerjasama dan kekompakan, nilai kejujuran, nilai keterbukaan, sportivitas, nilai prestise, nilai ekonomi dan mendidik sikap mental memegang janji (amanah, musyawarah untuk mufakat, tekun dan teliti, serta melatih ketrampilan dan ketangkasan tertentu).


Artikel Yang Terkait :

  1. http://lagaligo.net/2008/11/kearifan-lokal-permainan-rakyat-gasing/
  2. http://lagaligo.net/2008/11/cerita-rakyat-mandar-di-kabupaten-majene/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: